Selasa, 31 Desember 2013

BISNIS IDEAL

MASAKAN KHAS MINANGKABAU (RENDANG)......


Rendang adalah masakan yang mengandung bumbu rempah yang kaya. Selain bahan dasar daging, rendang menggunakan santan kelapa (karambia), dan campuran dari berbagai bumbu khas yang dihaluskan diantaranya: cabai (lado), serai, lengkuas, kunyit, jahe, bawang putih, bawang merah dan aneka bumbu lainnya yang biasanya disebut sebagai pemasak. Keunikan rendang adalah penggunaan bumbu-bumbu alami, yang bersifat antiseptik dan membunuh bakteri patogen sehingga bersifat sebagai bahan pengawet alami. Bawang putih, bawang merah, jahe, dan lengkuas diketahui memiliki aktivitas antimikroba yang kuat. Tidak mengherankan jika rendang dapat disimpan satu minggu hingga empat minggu.
Proses memasak rendang asli dapat menghabiskan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam), karena itulah memasak rendang memerlukan waktu dan kesabaran. Potongan daging dimasak bersama bumbu dan santan dalam panas api yang tepat, diaduk pelan-pelan hingga santan dan bumbu terserap daging. Setelah mendidih, apinya dikecilkan dan terus diaduk hingga santan mengental dan menjadi kering. Memasak rendang harus sabar dan telaten ditunggui, senantiasa dengan hati-hati dibolak-balik agar santan mengering dan bumbu terserap sempurna, tanpa menghanguskan atau menghancurkan daging. Proses memasak ini dikenal dalam seni kuliner modern dengan istilah 'karamelisasi'. Karena menggunakan banyak jenis bumbu, rendang dikenal memiliki citarasa yang kompleks dan unik.
Rendang memiliki posisi terhormat dalam budaya masyarakat Minangkabau. Rendang memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Minang Sumatera Barat, yaitu musyawarah dan mufakat, yang berangkat dari empat bahan pokok yang melambangkan keutuhan masyarakat Minang, yaitu:
1.   Dagiang (daging sapi), merupakan lambang dari "Niniak Mamak" (para pemimpin Suku adat)
2.   Karambia (kelapa), merupakan lambang "Cadiak Pandai" (kaum Intelektual)
3.   Lado (cabai), merupakan lambang "Alim Ulama" yang pedas, tegas untuk mengajarkan syariat agama
4.   Pemasak (bumbu), merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat Minangkabau.
Dalam tradisi Minangkabau, rendang adalah hidangan yang wajib disajikan dalam setiap perhelatan istimewa, seperti berbagai upacara adat Minangkabau, kenduri, atau menyambut tamu kehormatan.
Dalam tradisi Melayu, baik di RiauJambiMedan atau Semenanjung Malaya, rendang adalah hidangan istimewa yang dihidangkan dalam kendurikhitananulang tahunpernikahanbarzanji, atau perhelatan keagamaan, seperti Idul Fitri dan Idul Qurban.

SEJARAH
Asal-usul rendang ditelusuri berasal dari Sumatera, khususnya Minangkabau. Bagi masyarakat Minang, rendang sudah ada sejak dahulu dan telah menjadi masakan tradisi yang dihidangkan dalam berbagai acara adat dan hidangan keseharian. Sebagai masakan tradisi, rendang diduga telah lahir sejak orang Minang menggelar acara adat pertamanya. Kemudian seni memasak ini berkembang ke kawasan serantau berbudaya Melayu lainnya; mulai dari Mandailing, Riau, Jambi, hingga ke negeri seberang di Negeri Sembilan yang banyak dihuni perantau asal Minangkabau. Karena itulah rendang dikenal luas baik di Sumatera dan Semenanjung Malaya.
Sejarawan Universitas Andalas, Prof. Dr. Gusti Asnan menduga, rendang telah menjadi masakan yang tersebar luas sejak orang Minang mulai merantau dan berlayar ke Malaka untuk berdagang pada awal abad ke-16. “Karena perjalanan melewati sungai dan memakan waktu lama, rendang mungkin menjadi pilihan tepat saat itu sebagai bekal. Hal ini karena rendang kering sangat awet, tahan disimpan hingga berbulan lamanya, sehingga tepat dijadikan bekal kala merantau atau dalam perjalanan niaga.
Rendang juga disebut dalam kesusastraan Melayu klasik seperti Hikayat Amir Hamzah yang membuktikan bahwa rendang sudah dikenal dalam seni masakan Melayu sejak 1550-an (pertengahan abad ke-16).
Kelahiran rendang tak luput dari pengaruh beberapa negara, misalnya bumbu-bumbu dari India yang diperoleh melalui para pedagang Gujarat, India. Karena diaduk terus-menerus, rendang identik dengan warna hitam dan tidak memiliki kuah.
Rendang kian termahsyur dan tersebar luas jauh melampaui wilayah aslinya berkat budaya merantau suku Minangkabau. Orang Minang yang pergi merantau selain bekerja sebagai pegawai atau berniaga, banyak di antara mereka berwirausaha membuka Rumah Makan Padang di seantero Nusantara, bahkan meluas ke negara tetangga hingga Eropa dan Amerika. Rumah makan inilah yang memperkenalkan rendang serta hidangan Minangkabau lainnya secara meluas.
Rendang juga menjadi makanan yang disajikan khusus untuk hari raya Idul Adha. Banyaknya daging kurban membuat masyarakat Padang berlomba-lomba memasak rendang.

JENIS-JENIS
Dalam memasak daging berbumbu dalam kuah santan, jika ditinjau dari kandungan cairan santan, sebenarnya terdapat tiga tingkat tahapan, mulai dari yang terbasah berkuah hingga yang terkering: Gulai — Kalio — Rendang. Dari pengertian ini rendang sejati adalah rendang yang paling rendah kandungan cairannya. Akan tetapi secara umum dikenal ada dua macam jenis rendang: rendang kering dan basah.
1.    Rendang kering
Rendang kering adalah rendang sejati dalam tradisi memasak Minang. Rendang ini dimasak dalam waktu berjam-jam lamanya hingga santan mengering dan bumbu terserap sempurna. Rendang kering dihidangkan untuk perhelatan istimewa, seperti upacara adat, kenduri, atau menyambut tamu kehormatan. Rendang kering biasanya berwarna lebih gelap agak coklat kehitaman. Jika dimasak dengan tepat, rendang kering dapat tahan disimpan dalam suhu ruangan selama tiga sampai empat minggu, bahkan dapat bertahan hingga lebih dari sebulan jika disimpan di kulkas, dan enam bulan jika dibekukan. Beberapa kalangan berpendapat bahwa citarasa rendang asli Minang adalah yang paling lezat dan tiada dua — jauh berbeda dengan rendang di sejumlah kawasan Melayu lainnya.
2.    RENDANG BASAH
Rendang basah, atau lebih tepatnya disebut kalio, adalah rendang yang dimasak dalam waktu yang lebih singkat, santan belum begitu mengering sempurna, dan dalam suhu ruangan hanya dapat bertahan dalam waktu kurang dari satu minggu. Rendang basah berwarna coklat terang keemasan dan lebih pucat.
Rendang juga dikenal di negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Rendang yang ditemukan di Malaysia lebih mirip kalio, berwarna lebih pucat dan basah dengan citarasa yang tidak begitu kuat. Rendang Malaysia yang disebut rendang kelantan dan rendang negeri sembilan memiliki perbedaan dengan rendang Indonesia. Proses memasak rendang di Malaysia, lebih singkat dan melakukan pengentalan bumbu dengan dicampur kerisik (kelapa parut yang disangrai), bukan dengan proses pemasakan dengan api kecil dalam waktu yang lama. Karena keterkaitan sejarah melalui kolonialisasi, rendang juga dapat ditemukan di Belanda, juga dalam bentuk kalio, tetapi umumnya disajikan sebagai salah satu bagian dari lauk-pauk Rijsttafel.
Rendang umumnya menggunakan daging sapi, tetapi dikenal pula berbagai jenis bahan daging lainnya yang dimasak sesuai bumbu dan cara membuat rendang. Variasi rendang antara lain:
1.   Rendang daging (Randang dagiang): rendang daging sapi, kerbau, kambing atau domba. Adalah jenis rendang yang paling lazim ditemukan.
2.   Rendang ayam: Rendang yang terbuat dari daging ayam
3.   Rendang bebek (Randang itiak): Rendang yang terbuat dari daging bebek
4.   Rendang hati: Rendang yang terbuat dari hati sapi
5.   Rendang telur (Randang talua): Rendang yang terbuat dari telur ayam, khas Payakumbuh
6.   Rendang paru: Rendang yang terbuat dari paru-paru sapi, khas Payakumbuh
7.   Rendang ikan tongkol: Rendang yang terbuat dari ikan tongkol
8.   Rendang suir: Rendang khas Payakumbuh yang dibuat dari daging ayam atau sapi yang serat dagingnya disuir atau diurai kecil-kecil. Rendang suir mirip abon, akan perbedaannya adalah serat dagingnya lebih besar dan bumbu rendang keringnya yang khas.


MASALAH PERSEDIAAN BARANG

Pernahkah kamu dihadapkan pada dua pilihan kebutuhan yang sama pentingnya? Bagaimana caramu menyelesaikannya? Sudah tepat bila kamu membuat skala prioritas sesuai tingkat kepentingannya. Manusia melakukan pilihan agar dapat tercapai tingkat kesejahteraan yang paling tinggi. Perbuatan manusia untuk mencukupi kebutuhannya dengan alat Pemuas yang terbatas disebut perbuatan ekonomi. Pada intinya, masalah ekonomi adalah bagaimana menggunakan sumber-sumber ekonomi yang terbatas jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan sebaikbaiknya. (Sumber gambar : www.medantalk.com )
Untuk menyikapi berbagai pilihan kebutuhan dapat digunakan tindakan yang rasional yaitu prinsip ekonomi, artinya berusaha dengan alat yang tersedia/terbatas untuk memperoleh hasil yang sebesar-besarnya.
Masalah Pokok Ekonomi
Menurut Teori Klasik Menurut teori klasik, tiga masalah pokok ekonomi meliputi masalah produksi, masalah distribusi, dan masalah konsumsi.
Masalah Produksi Produksi
Artinya menghasilkan barang atau jasa yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia merupakan tujuan sekaligus motivasi untuk melakukan kegiatan produksi. Namun, tidak semua kebutuhan manusia dapat terpenuhi. Kebutuhan manusia akan terpenuhi apabila ia mengonsumsi barang atau jasa sesuai yang dibutuhkan. Padahal barang/jasa hanya akan tersedia untuk mencukupi kebutuhan apabila diproduksikan. Proses untuk memproduksi barang/jasa memerlukan sumber-sumber ekonomi, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun sumber daya modal serta keterampilan pengusaha (entrepreneurship).
Masalah Distribusi
Distribusi adalah menyalurkan barang/jasa hasil produksi kepada konsumen. Untuk dapat menyalurkan barang/jasa tersebut dapat dilakukan secara langsung maupun melewati perantara dalam perdagangan. Distribusi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut.
è Distribusi langsung, artinya menyalurkan barang dari produsen langsung kepada konsumen tanpa melewati perantara. Contohnya seorang penjual martabak memproduksi sendiri dan langsung menjual dagangannya kepada pembeli (konsumen).
è  Distribusi tidak langsung, artinya menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen melalui perantara.
 Misalnya melalui pedagang besar (grosir), pedagang kecil (retailer), agen, makelar, komisioner, eksportir, importir, dan penyalur-penyalur yang lainnya.
Masalah Konsumsi
 Konsumsi adalah menggunakan atau memanfaatkan barang yang dihasilkan oleh produsen. Untuk melakukan kegiatan konsumsi dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu:
è faktor intern, meliputi sikap, kepribadian, motivasi diri, pendapatan seseorang, selera, dan watak (karakter).
è faktor ekstern, meliputi kebudayaan, adat istiadat, lingkungan masyarakat, status sosial, keluarga, dan pemerintah.

Masalah Pokok Ekonomi Menurut Teori Modern
Seiring perkembangan zaman, semakin modern masyarakat maka kebutuhannya semakin banyak dan kompleks. Adapun masalah pokok dalam ekonomi modern meliputi pertanyaan what, how, dan for whom.
Barang apa yang akan diproduksi dan berapa banyak (what)
Masalah ini menyangkut persoalan jenis dan jumlah barang/jasa yang perlu diproduksi agar sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat.
Bagaimana cara memproduksi barang tersebut (how)
Masalah ini menyangkut cara berproduksi, yaitu penggunaan teknologi dan pemilihan sumber daya yang dipakai, serta memilih untuk menggunakan tenaga manusia atau tenaga mesin.
    Untuk siapa barang-barang tersebut diproduksi (for whom)
Masalah ini menyangkut persoalan siapa yang memerlukan barang/jasa, dan siapa saja yang akan ikut menikmati hasilnya.
Untuk memecahkan ketiga masalah pokok ekonomi di atas dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya kebiasaan dan tradisi, insting, serta komando (paksaan/perintah). Sementara itu bagi masyarakat modern, pemecahan masalah mengandalkan mekanisme harga di pasar. Adapun mekanisme harga itu sendiri adalah proses yang berjalan atas dasar daya tarik-menarik antara konsumen dengan produsen yang bertemu di pasar. Gerak harga yang terjadi di pasar akan dapat memecahkan ketiga masalah pokok ekonomi di masyarakat, dengan jalan sebagai berikut.
Masalah What
Ada dan berapa banyak barang yang akan diproduksi sangat dipengaruhi oleh permintaan masyarakat. Jika permintaan masyarakat meningkat, maka harga akan cenderung naikdan produsen memperoleh keuntungan, sehingga akan memperbesar produksinya. Sebaliknya jika permintaan masyarakat menurun, maka harga akan cenderung turun, sehingga keuntungannnya sedikit dan produsen akan mengurangi produksinya.
Masalah How
Bagaimana sumber-sumber ekonomi (faktor-faktor produksi) yang tersedia harus dipergunakan untuK memproduksi barang-barang, tergantung pada gerak harga faktor produksi tersebut. Bila harga faktor produksi naik, maka produsen akan menghemat penggunaan faktor produksi tersebut dan menggunakan faktor produksi yang lain. Jadi gerak harga faktor produksi menentukan kombinasi yang digunakan produsen dalam produksinya.
Masalah for Whom

Untuk siapa barang-barang tersebut diproduksi, sangat dipengaruhi oleh distribusi barang tersebut. Barang hasil produksi dijual kepada konsumen. Harga barang tersebut dari penghasilannya atas penggunaan faktor-faktor produksi. Jadi gerak harga barang dan harga faktor produksi akan menentukan distribusi barang yang dihasilkan.

MASALAH PEMASARAN

Penjualan produk merupakan variabel yang memiliki peran penting
dan strategis bagi suatu perusahaan. Hal ini disebabkan tujuan dari pembuatan
produk adalah untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen, oleh
karena itu produk yang telah dibuat oleh perusahaan harus dapat sampai
kepada konsumen yang memerlukannya melalui proses pembelian.
Perusahaan menyerahkan produk dan konsumen menyerahkan uang. Uang
yang diterima dari konsumen tersebut sebagian untuk menutup biaya-biaya
yang berkaitan dengan pembuatan produk, seperti biaya untuk membeli bahan
baku, membayar gaji pegawai, membayar bunga pinjaman, membayar pajak,
dan lain-lain. Sisanya akan menjadi keuntungan atau laba perusahaan.
Keuntungan tersebut sebagian mungkin dibagikan kepada pemilik perusahaan
atau pemegang saham, dan sebagian lagi kemungkinan digunakan untuk
kegiatan investasi seperti untuk membeli.
Namun demikian pada produk riil di lapangan, banyak produk sejenis
yang di produksi oleh perusahaan lain atau perusahaan pesaing, dengan tujuan
sama yaitu memenuhi kebutuhan dan memuaskan konsumen. Dalam kondisi
demikian, berarti perusahaan menghadapi suatu kondisi pesaing. Semakin
banyak produk sejenis di pasar, berarti semakin tinggi intensitas persaingan
yang dihadapi perusahaan.
Agar perusahaan dapat memenangkan persaingan, maka perusahaan
tersebut harus memiliki suatu strategi atau senjata untuk bersaing. Salah satu
strategi yang hingga kini dipercayai mampu digunakan untuk menghadapi
persaingan adalah marketing mix (bauran pemasaran). Melalui marketing mix
yang dirancang khusus, perusahaan dapat mempengaruhi konsumen agar para
konsumen tersebut dapat tahu, senang lalu membeli produk yang
ditawarkannya dan akhirnya konsumen menjadi puas sehingga konsumen
akan selalu membeli produk perusahaan tersebut. Marketing mix tersebut
terdiri atas empat komponen, disingkat 4P yaitu: product (produk), price
(harga), place (tempat atau distribusi), dan promotion (promosi).
Penelitian ini akan menganalisis pengaruh marketing mix terhadap
studi kasus Perusahaan Percetakan Diglossia Yogyakarta terhadap penjualan.
Bagi manajemen, penelitian ini memiliki arti dan manfaat yang penting,
karena melalui penelitian ini ada tidaknya pengaruh tersebut dapat diketahui
dan dianalisis.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah disampaikan, maka
rumusan masalah penelitian ini adalah: Apakah marketing mix berpengaruh
terhadap volume penjualan?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui
pengaruh marketing mix terhadap penjualan. Marketing mix terdiri dari
product, price, place, promotion.
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi Perusahaan
Memberikan informasi kepada perusahaan tentang manfaat dari
marketing mix yang selama ini terhadap penjualan. Informasi
tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu acuan untuk memperbaiki
dan meningkatkan kualitas strategi marketing mix yang selama ini
dilakukan perusahaan.
1.4.2 Bagi Penulis
Penelitian ini dapat menjadi sarana untuk menerapkan pengetahuan
teoritis yang penulis miliki ke dalam masalah yang nyata atau yang
terjadi di perusahaan.
1.5 Tinjauan Pustaka
1.5.1 Pemasaran (Marketing)
1.5.1.1 Pengertian pemasaran
Konsep pasar merupakan dasar konsep pemasaran.
Pemasaran berarti “bekerja dengan pasar untuk menciptakan
pertukaran dengan tujuan memenuhi kebutuhan dan keinginan
manusia”. Pemasaran juga berarti “proses untuk memenuhi
keinginan dan kebutuhan baik individu maupun kelompok
dengan menciptakan pertukaran produk dan nilai dengan pihak
lain.” (Stanton dan Etzel dalam Macfoedz, 2005:7).
Proses pertukaran mencakup pekerjaan yang menjadikan
penjual harus mencari pembeli, mengidentifikasikannya,
mendesain produk dengan baik, mempromosikannya,
menyimpan dan mengirim produk, serta menetapkan harganya.
Pengembangan produk, riset, komunikasi, distribusi, penetapan
harga dan pelayanan merupakan inti, aktivitas pemasaran.
Konsumen melakukan “pemasaran” ketika mereka mencari
barang yang mereka butuhkan dengan harga yang sesuai dengan
daya beli. Agen pembelian perusahaan melakukan pemasaran
ketika mereka menyelidiki untuk menemukan penjual dan
mengharapkan prasyarat yang sesuai.
1.5.1.2Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan,
implementasi dan pengendalian program yang dipolakan untuk
menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran
manfaat dengan pembeli dengan maksud untuk mencapai tujuan
perusahaan.
Upaya pertukaran dengan pasar sasaran perlu didasarkan
pada falsafah sebagai pedoman upaya pemasaran. Ada tiga jenis
falsafah pemasaran diantara perusahaan-perusahaan baru:
dorongan produksi, dorongan penjualan, dorongan konsumen.
1. Falsafah Dorongan Produksi didasarkan pada kepercayaan
pembuatan produk dengan efisiensi dan rasa khawatir
pada penjualan di kemudian hari. Produksi merupakan
penekanan utama; penjualan terjadi setelah produksi.
Falsafah ini sering diterapkan oleh perusahaan yang
memproduksi produk berteknologi tinggi.
2. Falsafah Dorongan Penjualan berfokus pada personall
selling dan periklanan untuk mempengaruhi konsumen agar
membeli produk perusahaan.
3. Falsafah Dorongan Konsumen ini mengutamakan kebutuhan
untuk tiset pemasaran agar dapat lebih memahami lokasi
atau subyek, pasar, dan untuk mengembangkan suatu strategi
yang diarahkan pada kelompok.
Diantara ketiga falsafah tersebut, orientasi dorongan
konsumen merupakan yang paling efektif, meskipun banyak
perusahaan tidak mengaplikasikannya
Tiga alasan yang mempengaruhi pemilihan falsafah
pemasaran adalah:
1. Tekanan Persaingan
Intensitas persaingan seringkali menaksakan falsafah
perusahaan baru. Misalnya: persaingan yang ketat akan
menekankan perusahaan agar tersisih dari medan
persaingan. Sebaliknya, jika terjadi persaingan kecil,
perusahaan tetap pada produk yang dibuat akan dijual.
2. Latar Belakang Perusahaan
Batas perbedaan kecakapan dan kemampuan yang
dimiliki oleh perusahaan sangat bervariasi. Di antara
mereka memiliki latar belakang penjualan dan pemasaran,
sementara yang lain mempunyai pengalaman operasi dan
produksi. Kekuatan perusahaan akan berpengaruh pada
pemilihan falsafah pemasaran.
3. Fokus Jangka Pendek
Adakalanya falsafah dorongan penjualan lebih dapat
diterapkan karena fokus jangka pendek dalam menjalankan
barang yang diperdagangkan dan menghidupkan penjualan.
Konsep alternatif yang digunakan oleh perusahaan
dalam menjalankan aktivitas pemasaran meliputi: konsep
produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran (
Mahmud Mahfoedz, 2005:11).
1. Konsep Produksi
Konsep produksi berpedoman bahwa konsumen akan
mendukung produk yang tersedia dengan harga yang
terjangkau. Karena itu manajemen harus berfokus pada
perbaikan produksi dan efisiensi distribusi. Konsep
produksi merupakan falsafah yang dapat diterapkan dalam
dua macam situasi: Pertama, pada waktu permintaan atas
produk melampaui persediaan. Kedua, pada waktu biaya
produk terlalu tinggi dan diperlukan peningkatan
produktivitas, diperlukan penurunan biaya.
2. Konsep Produk
Konsep produk merupakan pedoman bagi penjualan
bahwa konsumen akan mendukung produk yang
menawarkan kualitas, bentuk, dan ciri yang inovarif.
Karena itu perusahaan harus secara berkesinambungan
meningkatkan kualitas produk.
3. Konsep Penjualan
Banyak perusahaan mengikuti konsep penjualan yang
mengatakan bahwa konsumen tidak akan membeli produk
sebuah perusahaan dalam jumlah yang cukup kecuali jika
perusahaan melakukan upaya penjualan dan promosi dalam
skala yang luas.
Konsep penjualan dimulai dari pabrik, berfokus pada
produk perusahaan yang ada, dan memerlukan penjualan
yang mendatangkan laba.
4. Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran berpedoman pada tercapainya
tujuan perusahaan yang ditentukan oleh terpenuhinya
kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan terciptannya
kepuasan yang diinginkan lebih efektif dan efisien dari
pada yang dilakukan oleh pesaing.
Konsep pemasaran dimulai dari pasar yang telah
ditentukan, berfokus pada kebutuhan konsumen,
mengkoordinasikan semua aktivitas pemasaran yang
berpengaruh pada konsumen.
1.5.2 Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Produk yang telah dibuat oleh produksen atau perusahaan
perlu untuk diketahui, disukai, diminati, dan akhirnya dibeli
konsumen. Untuk tujuan tersebut perusahaan harus melakukan
tindakan-tindakan yang terencana dan strategis, agar produknya dibeli
konsumen. Tindakan yang terencana dan strategis yang dilakukan oleh
perusahaan tersebut dikenal dengan nama bauran pemasaran
(marketing mix).
Melalui markering mix perusahaan dapat mempengaruhi
konsumen agar para konsumen tersebut dapat tahu, senang lalu
membeli produk yang ditawarkannya dan akhirnya konsumen menjadi
puas sehingga konsumen akan selalu membeli produk perusahaan
tersebut. (Gitosudarmo 2000:110).
Menurut Philip Kotler marketing mix tersebut
diklasifikasikan menjadi empat kelompok yang disebut dengan 4P,
yaitu singkatan dari product,, price, place, dan promotion. Product
atau produk artinya kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan oleh
perusahaan kepada pasar sasaran, meliputi: kualitas, ciri, nama merk,
kemasan, ukuran, pelayanan, garansi dan imbalan. Price atau harga
adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan untuk
memperoleh produk, mencakup daftar harga, diskon, potongan harga,
periode pembayaran, dan syarat kredit. Promotion atau promosi
artinya aktivitas mengkomunikasikan keunggulan produk serta
membujuk pelanggan sasaran untuk membelinya. Promosi juga
mencakup semua alat komunikasi yang dapat menyampaikan pesan
kepada khalayak sasaran, mencakup promosi penjualan, periklanan,
tenaga penjualan, penasaran langsung. Place atau tempat yaitu
aktivitas perusahaan agar produk mudah di dapat konsumen sasaran.
Setiap penjualan harus memutuskan bagaimana produknya tersedia
bagi pasar sasaran, mencakup saluran pemasaran, pengelompokan,
lokasi, persediaan dan trasportasi (Kotler, 2001).
Hal ini berarti pengusahan dan sebagainnya. dapat
mempengaruhi konsumennya lewat produk yang ditawarkannya
kepada konsumen itu. Dalam hal ini dengan produk tersebut dibuat
sedemikian rupa sehingga produk tersebut dapat menarik perhatian
konsumen. Misalnya saja dengan membuat produk dengan warnawarni
yang menarik atau bahkan mungkin dengan warna yang
mencolok, bungkus yang bagus dan eksklusif. Disamping itu
pengusaha dapat pula mencantumkan harga yang rendah serta
memberikan potongan harga, obral serta harga cuci gudang dan
sebagainya. Dengan cara penetapan harga yang semacam ini akan
dapat menarik perhatian serta dorongan konsumen untuk segera
melakukan transaksi pembelian agar tidak terlewatkan kesempatan
yang terbatas waktunya bagi berlakunya harga obral tersebut.
Cara distribusi yang memenuhi kebutuhan konsumen juga
dapat diterapkan agar dapat menarik perhatian para konsumen untuk
membeli produk yang ditawarkannya. Misalnya saja untuk barang
kebutuhan sehari-hari distribusinya dibuat sedekat mungkin dengan
konsumen, agar kebutuhan sehari-harinya biasanya memiliki sifat
frekuensi pembelian tinggi dengan jumlah kebutuhan yang kecil
itu dapat segera. Cara lainnya lagi adalah dengan melakukan kegiatan
promosi untuk memperkenalkan produk tersebut sehingga konsumen
menjadi kenal, tahu, ataupun bagi yang sudah kenal dapat menjadi
lebih menyenangi produk itu, bahkan bagi yang sudah agak lupa

diharapkan agar dapat menjadi ingat kembali akan produk tersebut.